Home / Soft Drink / Beginilah Sejarah Awal Minuman Softdrink Lahir yang Perlu Anda Tahu

Beginilah Sejarah Awal Minuman Softdrink Lahir yang Perlu Anda Tahu

Sebenarnya awal dari adanya minuman ringan atau yang biasa kita kenal dengan softdrink berasal dari Negara bagian Barat. Istilah ini tidak hanya melekat pada minuman bersoda saja, tetapi juga melekat pada jenis minuman yang memiliki kandungan alkohol kurang dari 0,5%/

Ada pun yang namanya hardrink yang terdiri dari beberapa jenis minuman berakohol keras, seperti beer, wine, dan sejenisnya. Namun, untuk soft drink sendiri kini menjadi fokus pembahasan, mari kita berbincang sedikit mengenai semua hal yang berkaitan dengan topik kali ini.

Sejarah Awal Minuman Bersoda

Apakah kalian tahu jika coca-cola aslinya memiliki warna hijau? Pasti kebanyakan dari kalian menjawabnya dengan tidak. Inilah mengapa banyak orang yang berpikir bahwa warna sebenarnya coca-cola adalah hijau. Hal ini berkaitan dengan kemasannya sendiri yang berwarna hijau.

Sebenarnya bahan asli coca-cola pada awalnya menggunakan pewarna makanan karamaer, alasa utama kenapa mereka menggunakan bahan ini berawal pada tahun 1886 ketika minuman ini ditemukan, pewarna tersebut berfungsi sebagai penyamar kotoran.

Ini memang terdengar menggelikan, tetapi kita harus mengingat bahwa pada saat itu belum ada badang yang mengurus tentang minuman ataupun makanan. Karena saat itu masyarakat setempat di sana lebih menjurus pada “Pro-Cocaine”.

Awal Pemasaran

Namun, jika kita pergi menuju toko yang menjual soft drink tua pada tahun 1850, kita akan menemukan toko tersebut bukanlah sembarang toko melainkan sebuah farmasi. Bahkan Pepsi pada tahun 1893 memiliki nama asli Brad’s Drink. Minuman ini tersebar luas sebagai obat pencernaan bukan sebagai minuman.

Mengetahui hal itu, Coca-cola pada awalnya memiliki tujuan untuk menghilangkan kecanduan terhadap morfin. Coca-cola mencapai populairtas yang tinggi karena memiliki ekstrak daun koka yang mana di dalamnya terdapat sedikit kandungan kokain, sangat ironis bukan?

Minuman yang berfungsi sebagai penghilang rasa candu ternyata menggunakan bahan yang lebih buruk dari sumber candu itu sendiri.

Root Beer pada tahun 1876 adalah salah satu minuman yang memiliki soda dengan kandungan alkohol yang tinggi. Meskipun pada awal pemasarannya bukanlah pria yang gemar meminum minuman keras itu sendiri. Awalnya ia bersumpah untuk tidak minum, namun kenyataannya kini ia melakukan, dan mengubah penyebutannya sebagai bir agar lebih menarik bagi para penambang batu lokal. Pertanyaannya adalah apakah pria ini tidak merasakan dahulu seperti apa minuman itu? Tentunya tidak.

Saat ini berkat adanya FDA, sedikit sekali orang yang mengonsumsi softdrink. Namun, meski begitu, minuman ini memiliki banyak kalori dalan satu kalengnya. Jika kita meminum empat kaleng perhari, maka dalam waktu satu bulan kita sudah mengonsumsi sekitar 12.000 kalori per bulannya. Hal ini hanya karena kia mengonsumsi softdrink terlalu berlebihan.

Alternatif yang Salah

Apakah jika kita beralih pada minuman yang mengandung nol kalori dapat mengatasi permasalahan tersebut? Tidak juga. Karena meski memiliki jumlah kalori yang lebih sedikit, pemanis alami akan digantikan lleh pemanis buatan yang menyebabkan banyak penyakit.

Kecanduan minuman bersoda juga bisa menjadi masalah tersendiri. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat mengenai bahaya akibat seringnya mengonsumsi minuman bersoda terhadap 3.256 relawan. Mereka mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan karena 30% dari mereka mengalami penurunan fungsi ginjal.

Sendainya kita termasuk ke dalam salah satu mereka yang gemar meminum minuman bersida setiap hari, mungkin sekarang adalah waktunya untuk memikirkan masa depan, dan berhenti melakukannya demi kebaikan kita sendiri.

Ada pun alternatif pengganti minuman ringan yang lebih sehat dari softdrink sendiri:

1. Minum Air

Mengonsumsi air putih lebih sehat ketimbang meminum minuman bersoda. Apabila kalian memiliki keinginan untuk mengosumsi softdrink, menggantinya dengan air putih adalah pilihan terbaik.

2. Minta Dukungan

Momen tertentu bisa menyebabkan keinginan kita bertambah. Begitu juga ketika ingin meminum Softdrink, alangkah baiknya jika kita meminta tema-teman kita untuk menghindari minuman seperti itu. Jika teman kita tidak meminumnya, dorongan tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

3. Cari Minuman Berkafein sebagai Penggantinya

Kita juga bisa menggantinya dengan varian teh. Semisalnya mengganti softdrink dengan teh hijau yang memiliki kandungan kafein. Banyak studi yang mengatakan bahwa manfaat teh hijau sangat banyak dan dapat membantu kebugaran pencernaan serta menjaga kulit tetap sehat.

Related Post

COMMENTS

Post your reply
We'll never share your email with anyone else.
Subscribe to our
MONTHLY NEWSLETTER